Apresiasi seni,kririkus seni,kuartor,manajemen galeri dan wacana

                   APRESIASI SENI

     Apresiasi seni adalah suatu proses penghayatan suatu karya seni yang dihormati serta penghargaan pada karya seni tersebut dan pembuatnya. Secara umum apresiasi seni bisa diartikan sebagai kesadaran menilai melalui cara menghayati suatu karya seni.

* Tahapan Dalam Proses Apresiasi seni

1. Pengamatan Objek Karya Seni

pengamatan bukan hanya menggunakan satu indra saja, tetapi juga mengikut sertakan pemberdayaan seluruh pribadi. Sehingga ketajaman pengamatan individu tergantung oleh pengetahuan, perasaan, keinginan, pengalaman, dan anggapan seseorang.

2. Aktivitas Fisiologis

Tindakan nyata untuk melakukan sesuatu.

3. Aktivitas Psikologis

Timbul karena persepsi sampai dengan evaluasi lalu timbul interpretasi imajinatif dan tarikan untuk melakukan hal kreatif

4. Aktivitas Penghayatan

Kegiatan merenungkan sebuah objek

5. Aktivitas Penghargaan

Timbul karena evaluasi terhadap objek. Evaluasi bisa terdiri dari saran dan kritikan.

* Tujuan Apresiasi Seni Rupa

Tujuan akhir setelah melakukan kegiatan apresiasi seni rupa adalah untuk:

1. Mengembangkan kreasi dan estetis

2. Mengembangkan serta penyempurnaan hidup

http://www.yuksinau.id/apresiasi-seni-rupa/#!

                    KRITIKUS SENI

Kritikus seni merupakan orang yang melakukan kritik terhadap karya seni dan budaya orang lain atau dirinya sendiri.

* Jenis Kritik Seni

Ada 4 jenis kritik seni dimana setiap tipe nya mempunyai ciri khusus masing-masing.

1. Kritik Jurnalistik

kritik ini ditulis untuk para pembaca surat kabar dan majalah atau disampaikan secara terbuka. Tujuannya memberikan informasi mengenai berbagai peristiwa dalam dunia kesenian.Isi dari kritik jurnalistik berupa ulasan ringkasan yang jelas tentang suatu pameran, pementasan, konser, atau jenis pertunjukan lain.

2. Kritik Pendagogik

kritik ini diterapkan dalam kegiatan proses belajar mengajar di lembaga pendidikan kesenian. Jenis kritik ini dikembangkan oleh guru kesenian.

Tujuannya terutama mengembangkan bakta dan potensi artistik-estetik peserta didik agar mempunyai kemampuan mengenali bakat dan potensinya.

3. Kritik Ilmiah

Kritik ilmiah atau akademi ini melakukan pengkajian nilai seni secara luas, mendalam, dan sistematis, baik dalam menganalisis maupun mengkaji banding kesejarahan critical judgment. Jenis kritik ini bersifat terbuka dan siap dikoreksi oleh siapa saja demi penyempurnaan dan mencari nilai karya seni yang sebenarnya.

4. Kritik Populer

Jenis kritik ini berkembang di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Tipe kritik populer adalah suatu gejala umum dan kebanyakan dihasilkan oleh para kritikus yang tidak ahli, terutama dilihat dari aspek profesionalisme kritisme seni.

* Bentuk Kritik Seni

1. Formalistik

Kritik seni formalistik mengasumsikan bahwa kehidupan seni mempunyai dunia sendiri, artinya terlepas dari realitas kehidupan keseharian yang kita alami.kriteria kritik formalis untuk menentukan ekselensi karya seni adalah significant form, yakni kapasitas bentuk seni yang melahirkan emosi estetis bagi pengamat seni.

2.Ekspresivisme

ekspresif menganggap karya seni sebagai ekspresi perasaan manusia. Kritik seni ekspresivisme menentukan kadar keberhasilan seni atas kemampuannya membangkitkan emosi secara efektif, intensif, dan penuh gairah.

3.  Instrumentalistis

Teori seni instrumentalistis menganggap seni sebagai sarana untuk memajukan dan mengembangkan tujuan moral, agama, politik, dan berbagai tujuan psikologis dalam kesenian.

Seni dipandang sebagai instrumen untuk mencapai tujuan tertentu, nilai seni terletak pada manfaat dan kegunaannya bagi masyarakat.

Para kritikus instrumentalis berpendapat bahwa kreasi artistik tidak terletak pada kemampuan seniman untuk mengelola material seni atau pun pada masalah internal karya seni

http://www.yuksinau.id/kritik-seni-pengertian-jenis-bentuk/#!                         

                       KUARTOR

Kurator adalah pengurus atau pengawas institusi warisan budaya atau seni, misalnya museum, pameran seni, galeri foto, dan perpustakaan. Kurator bertugas untuk memilih dan mengurus objek museum atau karya seni yang dipamerkan.

Kurator memiliki pendidikan tinggi dalam bidangnya, umumnya doktor atau magister dalam bidang sejarah, sejarah seni, arkeologi, antropologi, atau klasika.Kurator harus berperan aktif dalam bidangnya, misalnya memberikan seminar, menerbitkan artikel, dan menjadi pembicaran pada konferensi akademik. Kurator juga perlu mengetahui pasar serta paham kode etik dan hukum yang berlaku dalam mengumpulkan barang antik atau seni.

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Kurator

                MANAJEMEN GALERI

     Dalam setiap pameran terkadang pelaksanaannya lemah akan sistem manajemen pamerannya dan keberhasilan sebuah pameran, tidak begitu saja bisa diukur dari banyaknya karyayang dipamerkan dan berapa banyak karya yang laku terjual, akan tetapi bagaimana apresiasi masyarakat dalam menanggapi pameran tersebut. Sehingga, manajemen pameran berperan penting dalam pengelolaan kegiatan pameran seni. Untuk mengorganisasikan setiap kegiatan yang akan dilaksanakan dalam sebuah pameran, agar tercapai kesuksesan pelaksanaan kegiatan yang efektif dan efisien oleh, seorang yang ahli disebut kuartor 

Galeri seni adalah sebuah bangunan atau ruang untuk pamer seni, yang disediakan untuk suatu kegiatan apresiasi seni dan pengkajian karya seni. Pada umumnya galeri memberikan fungsi edukasi kepada masyarakat mengenai ilmu dan perkembangan seni yang merupakan bagian dari perkembangan dari kondisi sosial dan budaya dan memberikan dorongan kepada masyarakat untuk ikut semakin kreatif dan produktif dalam berkarya secara positif.

Https:id//Repository.unpas.ac.id

                            WACANA


Wacana adalah deretan kalimat yang saling berkaitan satu sama lain dan menghubungkan proposisi yang satu dengan yang lainnya di dalam kesatuan makna yang semantis antar bagian di dalam suatu bangun bahasa. Wacana juga merupakan kesatuan bahasa yang lengkap dan sangat utuh karena setiap bagian wacana berhubungan.

*Jenis wacana

  1. Narasi

Narasi merupakan sebuah rangkaian cerita yang didasarkan pada urutan suatu peristiwa atau kejadian. Narasi berbentuk narasi imajinatif seseorang dan narasi ekspositaris. Unsur-unsur dari narasi adalah tokoh, alur, kejadian, konflik, dan latar serta waktu, suasana dan tempat.

  1. Eksposisi

Eksposisi merupakan sebuah karangan yang menjelaskan dan menerangkan karangan dengan terperinci yang tujuan agar memberikan sebuah informasi atau dapat memperluas ilmu dan pengetahuan bagi pembaca. Karangan eksposisi digunakan untuk karya ilmiah seperti untuk seminar, simposium , makalah-makalah, artikel ilmiah, atau penataran.

  1. Argumentasi

Argumentasi merupakan karangan yang berisikan pendapat seorang atau ahli, sikap, maupun penilaian terhadap sesuatu disertai dengan bukti, alasan dan peryataan yang dapat diterima secara logis. Argumentasi bertujuan untuk menyakinkan bahwa itu benar atau salah.

  1. Deskripsi

Deskripsi merupakan karangan yang menggambarkan sesuatu objek berdasarkan hasil dari pengamatan, perasaan, dan pengalaman dari penulis.

https://www.ayoksinau.com/pengertian-wacana-jenis-jenis-dan-bentuk-wacana-keutuhan-wacana-contoh-wacana-ayoksinau-com/

Komentar